Tingkatan Puasa Menurut Ahli Tasawuf

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | | 3 comments »

Tingkatan puasa itu menurut Ahli Tasawuf ada tiga tingkatan yaitu :

  1. Puasa Umum
  2. Puasa Khusus
  3. Puasa Khususul Khusus
Puasa Umum itu ialah Puasa mencegah makan, minum, jima' mulai fajar sampai malam (Maghrib)
"..minal fajri tsumma atimmus shiya ama ilallaili.." (QS 2:187)
"..Dari fajar kemudian sempurnakanlah kamu puasa sampai malam.."
Apabila dengan sengaja makan, minum mulai fajar sampai maghrib dengan sengaja, maka batallah puasanya.

Puasa Khusus, sebagaimana diterangkan oleh Imam Ghozalir.a dalam kitabnya "Ihyaa-u 'Ulumuddin", jilid I
"Wa amma shoumul khushushu fahuwa kaffussam'u walbashoru wallisanuwalyadu warrijlu wasaa-iril jawarihil 'anil atsaami" (Bab Asrorosh shoum, halaman 24)
Artinya:
Adapun puasa khusus, maka ialah pencegahan pendengaran, penglihatan, lidah, tangan, kaki dan anggota-anggota tubuh lainnya dari dosa.

Maka apabila Puasa Umum yaitu puasa perut dan syahwat, mencegah makan, minum dan jima', maka puasa khusus adalah puasanya mata, telinga, lisan, tangan, kaki, dan seluruh anggota badan, mencegah penglihatan, pendengaran, prekataan, gerakan yang tidak terpuji bagi syara'.

Hadits riwayat An-nas,
"Khomsun yufthirnas shoima :Alkadib, walghibah, wannamimah, walyaminulkaadzibah, wannadhru bisyahwatin)"
Artinya :
"Lima perkara membukakan puasa dari orang yang berpuasa : berdusta, mengumpat, menjadi lalat merah, bersumpah palsu, dan memandang dengan syahwat"

Puasa Khususul khusus ialah puasanya qolbun (hati).
Diterangkan oleh Imam Ghozali didalam kitabnya Ihya 'Ulumuddin jilid I, bab Asrorush Shoum.

"Wa amma shoumu khusushulkhusus fashoumulqolbi 'anilhimamid daniyyah wal afkaariddun yawiyyah wakaffihi 'ammaa sawallohi azza wa jalla bilkulliyyati wayahshululfithru fihaadzasshoumi bil fikri fimaasawallohi azza wajalla walyaumil aakhir wabilfikri fiddunyaa illaa dunyan turoodu liddini fa inna dzaalika minzaadil aakhiroti walaisa minadduni yaa haqqun"
Artinya :
"Adapun puasa yang Khusus dari khusus, yaitu puasanya hati dari pada segala cita-cita yang hina dan segala pikiran duniawi serta mencegahnya dari selain Alloh Azza wa Jalla secara keseluruhan. Dan hasillah berbuka daripada puasa ini, dengan berfikir pada selain Alloh Azza wa Jalla dan hari akhirat, dan dengan berfikir tentang dunia, kecuali dunia yang dimaksudkan untuk agama. Maka yang demikian itu, adalah sebagian dari pada perbekalan akherat dan tidak termasuk dunia yang sebenarnya".

Puasa khususul khusus ini adalah Praktek dari QS Al-An'am : 91
"Qulillaahu, Tsumma dzarhum fi khoidlihim yal'abuuna"
Artinya:
"Katakanlah ALLOH ! Kemudian biarkanlah mereka main-main dengan percakapan kosongnya ".

Ketiga macam puasa inilah untuk mencapai "taqwalloh" yang sebenarnya.
Qola Rosululloh SAW,
"Kammin shoimin laisa lahu min shiyaamihi illalju'u wal athhsu" (An Abi Huroiroh, rowahu Nasa'I wa ibnu Majah)
Rosululloh SAW bersabda,
"Banyaklah orang yang berpuasa yang tidak ada baginya dari pada puasanya itu selain lapar dan haus"

Penjagaan setiap harinya, adalah
"Wakulu wasyrobu walaa tusrifu innahu laa yuhibbulmusrifina" (QS Al 'Arof : 31)
Artinya:
"Dan hendaklah kamu makan minum, dan janganlah kamu berlebih-lebihan.Sesungguhnya Alloh itu tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan."
Rosululloh saw bersabda,"Makanlah setelah lapar dan berhentilah sebelum kenyang".

Sumber: Puasa dalam perspektif Tasawuf

3 comments

  1. Anonymous // June 03, 2011 3:53 PM  

    plll

  2. Anonymous // August 04, 2011 9:08 PM  

    izin copast

  3. Anonymous // August 12, 2011 5:38 PM  

    good artiicle.....!

Post a Comment

Leave your comment here. Thank you :)

Techie Blogger