Da'i Dilarang Nonton di Bioskop!

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | , | 9 comments »

Kutipan dari buku berjudul: "Fatwa-Fatwa Dewan Syariah PKS"

Pertanyaan:

Assalamualaikum
Apakah boleh para dai menonton film, yang Islami di gedung bioskop? sekian,
Wassalam
Moh. Ridwan Jakarta

Jawaban:

Gedung bioskop dalam kondisi sekarang ini difungsikan sebagai sarana hiburan yang pada umumnya tidak Islami, penuh maksiat, dan mengundang fitnah serta opini umum dari umat Islam yang hanif yang memandang negatif terhadap bioskop. Pertimbangan ini mengacu pada diktum kaidah ushul fiqh, yang mengatakan 'al adah muhakkamah' kebiasaan atau kondisi umum dapat dijadikan acuan hukum. Menonton film di bioskop dengan kondisi sepeti di atas mudharatnya lebih pasti dari pada manfaatnya, ini sesuai dengan diktum kaidah fiqh yang menyatakan : 'menolak kerusakan lebih didahulukan dari mengambil manfaat'.

Pentingnya memperhatikan fiqh aulawiyat yaitu: pertimbangan fiqh prioritas kewajiban dan amal, yang sebenarnya masih banyak kewajiban dan amal yang lebih penting dan mendesak daripada menonton film di bioskop, yaitu kegiatan dan kewajiban yang lain di bidang ibadah, dakwah, tarbiyah, ekonomi, sosial dan sebagainya.

Perlunya sikap iffah tawaru' dan memelihara muruah (memelihara kehormatan dan kesucian diri) khususnya bagi seorang da'i dengan menjauhi tempat-tempat atau hal-hal yang syubhat yang pada umumnya dapat menundang fitnah meskipun keberadaannya di tempat ini dengan niat baik dan melakukan kebaikan. Dengan mengingat Firman Allah:
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusu' dalam sholat nya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna" (QS Almu'ninun 1-3)

" ....dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tiada berfaidah, mereka lalui saja dengan menjaga kehormatan dirinya" (QS Al Furqan 72)

Hadits Nabi saw
"Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas, sedangkan antara keduanya terdapat perkara-perkara yang SYUBHAT (samar) yang kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barang siapa yang menjaga dirinya dari hal-hal yang syubhat itu maka sungguh dia telah menyucikan agamanya dan membersihkan dirinya. Dan barangsiapa yang terjerumus pada hal-hal yang syubhat berarti ia telah terjerumus pada yang haram." (HR Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian menonton film di gedung bioskop dgn kondisi dan konsideran seperti di atas hukumnya haram.

Adapun jalan keluar atau alternatif lain dalam masalah ini dalam kondisi sekarang ini, perlu memperhatikan dan iltizam dengan urutan alternatif sbb:
  1. Dapat menunggu waktu lain yang masih panjang utk kesempatan menonton film Islami dengan kondisi yang bersih. Misalnya menunggu keluarnya film Islami itu dalam bentuk DVD, penayangan di TV dsb
  2. Dapat menggunakan tempat lain selain gedung bioskop seperti TIM, untuk menyaksikan film Islami tersebut dengan tetap memperhatikan shibghah Islam
  3. atau alternatif terakhir menonton film tersebut dengan syarat semua gedung film yang dipakai tersebut hanya boleh memutar dan memasang poster film Islam selama hari-hari pemutarannya. Akibatnya opini umum terhadap gedung bioskop pada hari-hari itu menjadi tidak negatif dan tetap memperhatikan adab Islam ketika menontonnya
Wallahualam bishowab..

Sumber: KUMPULAN FATWA DSP PKS
Dari seorang sahabat di facebook :) Jazakallah..

9 comments

  1. Risefa // November 18, 2009 5:44 AM  

    saya lebih setuju kalo fatwa tersebut ditujukan bukan hanya untuk para da'i, tapi ditujukan untuk orang-orang yang beriman.

  2. ARCAVA // November 18, 2009 1:56 PM  

    Sy baru inget satu kalimat: "Pada dasarnya tiap muslim adalah da'i" Karena definisi dai itu adalah penyeru ke jalan Allah. Jadi bagi yang merasa dirinya da'i kena pasal ini. Tp tergantung mreka mau memilih jalan ke mana. Wallahualam..

  3. rifki // November 18, 2009 9:07 PM  

    mudah2an banyak lagi muncul film-film bernuansa islam yang benar2 islam. bercermin dari film2 sebelumnya yang telah sukses sepperti ayat-ayat cinta KCB, emak ingin naik haji, laskar pelangi. itu aja harapannya :-D Ayo maju terus perfilman islam indonesia.

  4. ARCAVA // November 18, 2009 9:43 PM  

    ikki.. Konkrit dunk.. Beli CD asli kita nonton bareng pke LCD aj d kampus :)

  5. rifki // November 19, 2009 12:13 AM  

    lol...dengan segenap hati setudju..:-D

  6. yadi bond // November 19, 2009 7:39 AM  

    jadi pusing bacanya.

  7. Hibah Sejuta Buku // November 19, 2009 11:37 AM  

    ya suka..suka org lah.. kan beli tikeet.... wakakaka.... :b

  8. MrBho // November 19, 2009 11:56 PM  

    setuju.. memang seharusnya home teater. lagi pula coba perhatikan, dibioskop kebanyakan yang berpasangan. jelas sekali maksiatnya.

  9. Putra // May 11, 2010 2:14 PM  

    ga ikutan ah, mending netral ajah.

Post a Comment

Leave your comment here. Thank you :)

Techie Blogger