Memorial Prosiding EII-8 Bandung 2012

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | 0 comments »

Tiba-tiba posting blog setelah sekian lama vakum. Gara-gara mau ngisi form pengajuan serdos tapi tautan web penyelenggara seminar yang dulu sudah gak aktif lagi. Alhamdulillah masih ada jejak2 buat dokumentasi.

Prosiding yang dulu pernah saya tebengi publikasi namanya
Prosiding Konferensi dan Temu Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) untuk Indonesia 2012 (eII 2012), Bandung, 24-25 April 2012. ISBN 978-979-16338-4-0



Judul yang saya publikasikan :

TEKNOLOGI WEBLOG DAN CHATTING SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (STUDI KASUS PADA SISWA ABK DI SMA INKLUSI DI BANDUNG)



Berikut abstraksi nya :

TEKNOLOGI WEBLOG DAN CHATTING SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (STUDI KASUS PADA SISWA ABK DI SMA INKLUSI DI BANDUNG)

Dwi Puspita Anggraeni, S.T., M.T.
Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama
email : puspita85@gmail.com

Abstrak

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sudah selayaknya mampu dinikmati setiap lapisan masyarakat, tak terkecuali oleh Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). ABK adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental emosi atau fisik. Pada kasus ABK dengan kategori mengalami kesulitan bersosialisasi saat belajar di kelas, kegiatan belajar mengajar tetap dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan weblog sebagai media transfer pengetahuan dari guru ke murid. Sesekali siswa tersebut dapat melakukan konferensi online dengan teman-teman sekelasnya dengan memanfaatkan fasilitas online chat dari Yahoo atau dari Skype. Siswa dapat tetap belajar tanpa harus merasa terancam karena dipaksa mengikuti kegiatan di sekolah sebagaimana anak normal lainnya. Individu dengan kesulitan belajar pada umumnya memiliki IQ rata-rata atau di atas rata-rata, kesulitan belajar yang dialami lebih karena gangguan persepsi motorik, gangguan koordinasi gerak, gangguan orientasi arah dan ruang dan keterlambatan perkembangan konsep. Home-based teacher secara rutin berkunjung ke rumah siswa tersebut untuk menyampaikan tugas serta melakukan pendekatan dan penyegaran memori. Dengan
dampingan orang tua dan psikiater pribadi di rumah secara perlahan mental anak dapat dipulihkan dan nilai akademik dari sekolah pun tetap dapat diperoleh sesuai dengan kemampuan anak tersebut.

Kata kunci : ABK, chat, cloud computing, informasi, komunikasi, pendidikan, weblog

Mungkin bahasannya dah gak relevan lagi buat masa kini, wajar lah ya dah ditulis sejak 2012. Late post :)
paper lengkap di sini..

Bahan kuliah Arkom UBL 2016

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | 0 comments »

UTS
Pertemuan 1
Pertemuan 2
Pertemuan 3
Pertemuan 4
Pertemuan 5
Pertemuan 6
Pertemuan 7
------------------ Soal dan jawab UTS

UAS
Pertemuan 8
Pertemuan 9
Pertemuan 10
Pertemuan 11
Pertemuan 12
Pertemuan 13
Pertemuan 14



Kisi2 UAS
- Close book
- PG sebagian diambil dari soal UTS
- Untuk Essay pelajari :

  • Teknik pengalamatan indirect dan displacement 
  • MIMD 
  • Perkalian dan pembagian biner (manual)




Materi UTS UAS UBL 2015

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | 0 comments »

Pertemuan 1
Pertemuan 2
Pertemuan 3
Pertemuan 4
Pertemuan 5
Pertemuan 6
Pertemuan 7
------------------ Soal dan jawab UTS
Pertemuan 8
Pertemuan 9
Pertemuan 10
Pertemuan 11
Pertemuan 12
Pertemuan 13
Pertemuan 14 


Kisi2 UAS
- Close book
- PG sebagian diambil dari soal UTS
- Untuk Essay pelajari :

  • Teknik pengalamatan indirect dan displacement 
  • MIMD 
  • Perkalian dan pembagian biner (manual)
  • Ciri RISC dan CISC sekaligus contoh program masing2 (kurleb 4 baris).


Sudah dari 2 minggu lalu aku tiba-tiba ngidam rujak cingur khas surabaya. Berbekal google mulai hunting lokasi penjual rujak cingur di jakarta karena saat ini aku stay di jakarta. Dapat rekomendasi sejumlah warung yang menyajikan makanan khas Surabaya ini di Jakarta. Tapi apa boleh buat, suami belum sempat mengantar ke lokasi atau saat suami sempat, justru aku sudah terlanjur kenyang dengan makanan lain. 

Fleksibilitas Dalam Komoditas Bisnis

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | | 0 comments »

Belakangan ini aku baru menyadari bahwa kekeuh dengan idealisme kita dalam bisnis itu gak selamanya akan membawa dampak baik. Dalam hal ini khusus mengenai komoditas yang kita perjual belikan ya... Sebagai contoh, aku sedari awal sudah memasang harga mati untuk komoditas yang akan ku jual untuk online shop-ku, contohnya : jilbab, mukena, pakaian, dll. Aku hanya akan menjual produk yang aku sukai, hal ini memberi dampak positif yaitu ketika dagangan kita numpuk karena belum laku maka kita gak akan terlalu stress karena kayak lihat barang kesayangan aja biarpun dah buluk tetep aja enak dipandang. Itu kunci yang kupegang dari dulu.

After 28 Years

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | | 0 comments »

Tomorrow I'll be 28 years old. No more little young girl. Thank God for I'm being a wife from a good man who love Me and so do I. We have a good job, a comfort house, healthy, calm heart, complete family although they far away. Alhamdulillah each day pass away with plentyfull wisdom. Many wishes we haven't reach but we'll keep fight for those. For this 28 years passed I say many thanks for all peoples who involved me good, and say so sorry for all who I've made mistakes. Hope new days ahead brighter than today :D Miss litle cute baby so much... :D

Dalam bisnis jual beli omset memang penting, tapi lebih penting lagi profit atau laba dari penjualan dong. Percuma aja jualan banyak-banyak Cuma kejar omset tapi gak untung. So, membeli produk untuk dijual kembali mestinya dilakukan dengan mencari langsung dari pihak pertama atau ke produsen langsung agar tidak terlalu banyak selisih kenaikan harga karena membeli dari tangan ke sekian. Sebagai contoh, kita membeli kaos untuk dijual kembali. Harga dari produsen untuk per potong kaos tersebut aslinya adalah 25rb. Tapi bayangkan jika kita memperoleh barang tersebut dari reseller ke-5 dengan sumsi bahwa tiap tangan reseller mengambil margin sebesar 5rb saja. Sampai di tangan kita harga kaos tersebut sudah jadi 50rb. Mau dijual harga berapa lagi coba... Mestinya dengan modal 50rb kita bisa dapat 2 buah kaos kan yak :D

Kisah Sedekah Yang Salah Alamat

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | | 0 comments »


Suatu ketika, Rasulullah Saw., seperti yang kerap beliau lakukan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan mereka, beliau berkata kepada mereka,

“Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!’ Dan benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.

“Akhirnya, kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, ‘Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’

Pernah kepikir gak, kenapa baju anak-anak lebih mahal daripada baju orang dewasa. Padahal klo diperhatikan selintas, bahan yang digunakan kualitasnya sama, klo misal ada hiasan seperti sablon, bordir atau variasi jahitan pun tak jauh beda dengan yang dipakai orang dewasa. Malah kalau mau itung-itungan, baju anak kecil kan lebih sedikit modal bahan bakunya, 1 baju balita paling juga cuma perlu setengah dari bahan kain baju orang dewasa. Tapi nyatanya???

Manfaat Punya Mimpi

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | , | 1 comments »

Dapet pelajaran seru dari gathering di Tulipware cabang Ujung Berung Bandung hari ini. Pembicaranya bu Nila Tresnawati. Kaget pas dateng liat bu Nila kok tumben-tumbenan pke jilbab, biasanya dandanannya seru, trendi, keren lah untuk wanita seusia beliau 50 tahun. Dengan skill bahasa Sunda ku yang terbatas, aku berusaha menyimak obrolan ibu-ibu peserta gathering yang duluan datang di sana. Aku sempat menangkap bu Nila berbicara, "ditinggal suami nu bageur"... sambil matanya sembab. Aku baru sadar ada sesuatu yang baru terjadi.

Tas Jelly Silikon Organik???

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | , | 0 comments »

Beras organik? Biasa makan deh, malah ada fast food resto yang menyediakan pilihan “mau nasi organik atau yang biasa”, memangnya ada ya nasi non organik dari bahan kayu atau plastik gitu hehehe... Sayuran organik di mall juga banyak, biasanya letaknya agak dipisah dari sayuran yang non-organik takut kalau-kalau pembeli salah comot, dikira sayur 2ribuan, tahunya 20rbuan :)

Pupuk organik? Sering denger juga pastinya. Ini biang dari panganan yang organik-organik itu. Sayur dan beras bisa jadi naik ke level organik karena dipupuk pakai pupuk yang organik, tanpa insektisida kimia, dan zat-zat berbahaya lainnya. Nah kalau tas organik? Pasti belum pernah denger kaaan????

Wuissh... Judul postingannya serius bener yak, dah kayak jurnal aja. Tapi ini bener-bener ciyuss pren, daku akan ajak temen-temen pembaca yang rajin bener dah ngebacain kata-demi kata di blog ini untuk bertaaruf lebih jauh dengan yang namanya ayam dan bebek :) Seperti kata orang tua dulu, tak kenal maka taaruf, setelah taaruf mudah-mudahan jadi doyan makan daging unggas :)

Ayam berkerabat dekat dengan bebek. Klo dibikin silsilah rasanya mereka dah kayak sepupu-an lah ya, atau sepahaan (halah.. apa pula ini). Bangsa unggas itu sebenernya ada banyak seperti burung, kalkun, dll tapi kita bahas yang paling umum jadi santapan kita ya yaitu ayam dan bebek. Graham Ulmer, seorang penulis jurnal “Medicine Militer” dalam sebuah tulisannya membahas nilai gizi atau nutrisi dari kedua daging unggas ini. Kita telaah satu per satu ya...

Listrik dan Kehidupan-ku

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | | 1 comments »

How vital electricity is?


Tak dipungkiri bahwa listrik saat ini menjadi kebutuhan pokok setelah pangan, sandang, papan. Perlu bukti? Coba aja PLN matiin listrik 1 jam saja di kota besar, next let's check what happen with FB & BBM status para penghuninya. Pasti pada ngeluh soal listrik. Sederhana saja, karena listrik saat ini menjadi sumber tenaga utama penggerak perputaran hidup. Jangankan buat kita makhluk hidup yang masih bernafas, bahkan bagi orang yg baru mati sekalipun, jika tak ada listrik, pompa air padam, stok air habis, mau dimandikan pakai apa, padahal sumur manual yang pakai timba sudah jarang ditemui. Listrik benar-benar menjadi kebutuhan vital. Matikan saja sumber listrik sesaat, ketika semua alat listrik dan perangkat komunikasi sudah tak dapat difungsikan karena sumber tenaga cadangan seperti baterai misalnya sudah habis maka it's all become useless...

Aku dan suami adalah penggemar wisata kuliner Jakarta terutama seafood. Selalu ngiler pas lewat pinggir jalan baca kata-kata cumi, udang dan kerabatnya terutama kepiting :)  Duh... mahluk satu itu walaupun repot mau makannya tapi memang mantab sih ya... :) Karena harganya relatif mahal jadilah (niat)  masak sendiri buat rencana liburan akhir tahun yaitu pesta kepiting. Yang penting niat dulu kan ya.. Jadi inget dulu pas masih kecil ibuku masak kepiting cuma ala backpacker bumbu seadanya tapi rasanya gak kalah sama resto. Ya iya lah... kaldunya aja dah berasa bumbu gitu loch... Mengulang memori masa kecil, pengen belajar masak kepiting deh...

Berburu resep kepiting via internet dan aneka tips memasaknya – done completely. Tinggal praktek deh. Beberapa tips dan resep yang ku dapat di-posting terpisah di link ini ya, silakan dibuka link-nya :)

Meski enak, kepiting cukup sulit dimasak. Ini triknya.

Kepiting memang salah satu jenis binatang laut yang menggiurkan untuk dimasak. Sayangnya tak banyak orang tahu cara memasak kepiting.

Salah satu cara yang gampang adalah membeli kepiting setengah matang yang dijual dalam keadaan beku. Jika Anda memutuskan untuk membeli kepiting tipe ini, Anda bisa meletakkan di bagian lemari es yang tak terlalu dingin, untuk mencairkannya.

Jika Anda perlu melumerkan es dari kepiting beku ini dengan cepat, bungkus dulu dengan plastik kemudian siram dengan air dingin. Jangan gunakan air panas. Sebuah kepiting seberat 1 kg akan melunak dalam waktu satu jam dengan cara ini.

Resep Kepiting Goreng Mentega

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | | 0 comments »

Bahan:

    1-1,5 kg kepiting hidup yang bertelur
    ½ sdt garam
    1 sdm air jeruk nipis
    minyak sayur

Bahan Saus:

    2 sdm mentega
    50 g bawang Bombay, cincang
    1 siung bawang putih, cincang
    1 cm jahe, iris halus
    100 ml air
    1 sdm saus Inggris
    1 sdm saus tiram
    1 sdm kecap manis
    ½ sdt merica bubuk
    1 sdt garam
    ½ sdt cuka masak
    ½ sdt tepung kanji, larutkan dengan sedikit air

Bahan – Bahan :

300 gram kepiting soka, cuci bersih
3 siung bawang putih, haluskan
2 butir telur ayam, kocok lepas
2 sdm terigu
Garam, merica bubuk secukupnya
1 ltr minyak goreng
2 sdm mentega
½ buah bawang Bombay, cincang halus
3 siung bawang putih, cincang halus
3 butir kuning telur asin matang, haluskan
2 batang daun bawang, potong-potong

Resep Kepiting Saus Tiram

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | | 0 comments »

Bahan-bahan :

3/4 kg kepiting
1 sendok makan kecap manis
1 siung bawang bombay yang kecil, diiris tipis
garam secukupnya
minyak goreng untuk menumis
250 ml air
3 sendok makan saus tiram
1 sendok makan minyak wijen

Resep Kepiting Lada Hitam

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | | 0 comments »

Bahan:
2 ekor kepiting, potong-potong
5 cm jahe, cincang
5 siung bawang putih, cincang
2 buah bawang Bombay, potong-potong
3 sdm saus tiram
1 sdt kecap asin
1 sdm minyak wijen
4 sdm madu
2 butir telur kocok lepas
2 sdm lada hitam, memarkan
1 batang daun bawang, iris-iris
Minyak goreng secukupnya

Resep Kepiting Goreng Saus Padang

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | | 0 comments »

Bahan-bahan:

    3 ekor @ 300 gr. kepiting segar/hidup
    minyak sayur
    sdm minyak sayur
    6 butir bawang merah, cincang halus
    2 siung bawang putih, cincang halus
    1 cm jahe, cincang halus
    4 sdm saus cabai pedas botolan
    1 sdt cabai merah giling
    2 sdm saus tomat botolan
    ½ sdt merica bubuk
    1 sdt garam 75 ml air

Techie Blogger