Listrik dan Kehidupan-ku

Posted by Dwi Puspita Anggraeni | | | 1 comments »

How vital electricity is?


Tak dipungkiri bahwa listrik saat ini menjadi kebutuhan pokok setelah pangan, sandang, papan. Perlu bukti? Coba aja PLN matiin listrik 1 jam saja di kota besar, next let's check what happen with FB & BBM status para penghuninya. Pasti pada ngeluh soal listrik. Sederhana saja, karena listrik saat ini menjadi sumber tenaga utama penggerak perputaran hidup. Jangankan buat kita makhluk hidup yang masih bernafas, bahkan bagi orang yg baru mati sekalipun, jika tak ada listrik, pompa air padam, stok air habis, mau dimandikan pakai apa, padahal sumur manual yang pakai timba sudah jarang ditemui. Listrik benar-benar menjadi kebutuhan vital. Matikan saja sumber listrik sesaat, ketika semua alat listrik dan perangkat komunikasi sudah tak dapat difungsikan karena sumber tenaga cadangan seperti baterai misalnya sudah habis maka it's all become useless...

Mungkin karena latar belakang itu pula lah dulu ayahku memilih sekolah di SMK Kelistrikan, bekerja di bagian listrik, dan aku putrinya mengikuti jejak beliau dengan melanjutkan kuliahku di jurusan Teknik Elektro. Tapi bedanya... aku tak mendalami listrik arus kuat melainkan arus lemah dengan spesialisasi Teknik Komputer. Ssst... tahu gak... ternyata orang yang menjadi suamiku adalah orang ke-listrikan juga. Heu.. sepertinya hidupku tak bisa lepas dari bau-bau setrum :)

Perangkat listrik yang paling awal ku kenal dan kupahami prinsip kerjanya adalah multimeter analog. Ayah mengenalkan alat ini ketika aku bertanya pada beliau mengapa tiap kali TV kami buram, ayah selalu mencabut kabel antena dan memasang ujung-ujung multimeter pada konektor antena tersebut. Ternyata ayah mengukur seberapa kuat sinyal yang di terima antena tersebut. Jika jarum multimeter menunjukkan kurang dari setengah meterannya maka wajar jika siaran TV kami terganggu. Sejak saat itu kami slalu berdoa agar sinyal mutimeternya lebih dari titik tengah meteran saat akan menyaksikan siaran TV favorit kami seperti McGyver, Doraemon, dll. Kami 4 bersaudara mulai coba-coba mengukur sendiri kuat sinyal antena TV dan kami menemukan bahwa jika ujung konektornya diberi sedikit air liur sinyalnya jadi meningkat. Kami tak pernah bercerita pada ayah tentang temuan kami ini, karena pikir kami jika ayah tahu pastilah kami kena marah karena kami sering kesetrum sedikit saat mengoleskan air liur pada konektornya. Padahal bisa jadi kalau saat itu kami bercerita pada ayah, kami akan mendapat penjelasan logis tentang relasi air liur dengan kuat sinyal antena (konduktivitas). Bisa jadi bahan Tugas Akhir nih :)

Peralatan listrik yang terakhir kali kuoprek adalah stop kontak berbentuk cable roll, dilengkapi dengan fuse, panjang kabel 10 meter, dan yang paling penting adalah pengaman pada lubang colokannya. Nice... Harganya lumayan IDR 150rb diskon jadi 100rb. Suamiku membelinya jauh sebelum kami menikah. Pemikiran umum lelaki adalah "Jika tak tahu mana barang yang bagus atau tidak, maka lihat saja harganya. Kualitas sebanding dengan harga." Gak ada yang salah dengan prinsip itu tapi please deh... Ini barang ngrepotin banget. Aku mesti ngeluarin tenaga setara dengan sepotong roti cuma buat nyolokin kabel kipas angin atau setrikaan. Heu... Kadang jadi emosi gara-gara itu pelindung lubang colokannya susah banget di-klik. Kata suamiku, gak perlu pakai tenaga, jangan ditekan, digoyang-goyang aja, apa kali yak... :D

Tetep aja berbulan-bulan aku cari celah untuk menaklukan stop kontak itu gak nemu juga. Sampai akhirnya kesabaranku habis. Ku ambil obeng, kubongkarlah roll kabel itu. Dan baru nampaklah sosok yang merepotkan itu. Ternyata cuma se-uprit plat plastik yang ditahan kawat, model switch op-close kawat itu seperti pada kawat jepit rambut. Kulepaslah 4 plat dari 4 lubang stop kontak itu sementara suamiku sibuk membaca buku... Yayaya... kadang jadi ibu rumah tangga juga perlu skill kelistrikan biar gak tergantung sama suami.

Yang ku kagumi dari rol kabel yang sepertinya biasa gitu, isinya rumit-rumit simple. Ada sepasang plat tembaga yang dipasang melingkar seperti obat nyamuk, tapi tiap putarannya dibatasi kaki-kaki plastik biar gak senggolan. Coba bongkar sendiri deh ya biar gak penasaran... :) After I finished to fix it, eeh.. suami malah senyum-senyum sendiri, trus ambil charger hp-nya yg dari tadi dah low tapi gak bisa ngecas krna roll nya kubongkar. Dia coba deh colokin dan bilang, “Jadi enak ya colokannya gak susah lagi.” Heu... tadinya diem-dieman jadi pengen ngejitak. Pas besoknya ke pasar aku beli roll kabel yang sama tapi tanpa pengaman dan memang warnanya sedikit norak dengan box biru dan kabel oren. Tapi harganya doong... Cuma 38rb. Heu... Aya-aya wae, masak plat plastik pengaman kecil-kecil itu bikin harganya naik sampai lebih dari 2x lipat. Klo bisa se-menguntungkan itu seru juga kali ya bisnis alat listrik, beli yang biasa harga 38rb dimodifikasi dikit, dijual lagi jadi harga 100rb. Waaah... cepet kaya nih :D

1 comments

  1. narrucyber // January 17, 2013 8:29 AM  

    nais artikel gan :D

Post a Comment

Leave your comment here. Thank you :)

Techie Blogger